Oleh Roberto Aleman

Kadangkala, anda harus membayar untuk bermain; harga untuk berbagi sebuah pengalaman dalam perjalanan menuju Oman adalah cuaca yang cukup panas untuk menggoreng telur ditrotoar. Eniz Fazliov, Daan Van Der Linden, Harry Lintell dan Ben Raemers menukar keringat mereka untuk sebuah pengalaman selama seminggu berkelana disebuah negeri kesultanan.

Dengan banyaknya negara yang sudah dijelajahi dari Utara ke Selatan dan Timur ke Barat, Oman terus menjadi salah satu dari negara-negara yang tidak dikunjungi oleh tim skate internasional – sampai saat ini. Kami tiba larut malam dan sudah tersiksa oleh panasnya temperature negara Oman. Kami sudah tahu bahwa saat malam hari, suhunya jauh lebih baik dan kami bahkan tidak ingin menerka bagaimana suhunya disiang hari.

Pagi harinya kami terbangun dengan suhu 45º Celcius yang ternyata lebih parah dari yang kami bayangkan. Sulit untuk meninggalkan hotel dan bahkan bernapas diluar hotel terbukti menantang, rasanya seperti menghirup api! Namun, kami semua bersemangat berada disebuah negar yang belum pernah kami kunjungi dan menjadi sebuah kehormatan untuk menjadi yang pertama untuk menjelajahinya dengan skateboard.

Tak lama kemudian, keputusan pun diambil; kami menyewa generator dan bermain skate dimalam hari. Sejujurnya, pada akhirnya hal tersebut tidak terlalu penting, karena malam hari di Oman sangat pendek, dan suasana panas ada dimana-mana sepanjang waktu. Akhirnya kami memutuskan untuk bermain skate sepanjang hari dengan istirahat ke pantai atau oasis di padang pasir.

Spot-spot di Oman, banyak diantaranya adalah dari marmer yang mengkilat. Saya rasa, kami diusir dari sebuah spot sekali dimalam keempat. Orang-orang di Oman sangatlah ramah dan malah mendukung ketika kami bermain skate di depan tempat kerja atau rumah mereka, mereka menikmati hiburan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Kota Muscat sedang berkembang, dan banyak skate spot bermunculan. Kota tua dipinggir pelabuhan memiliki gugusan jalan dan toko setempat dengan aroma, warna dan suasana yang tidak akan pernah saya lupakan.

Makanan disini sangat menakjubkan, dan bir pun selalu datang disaat yang tepat. Di banyak negara Islam, anda harus menghargai peraturan-peraturan, dan dua diantaranya adalah untuk tidak minum di tempat publik dan untuk tidak membuka baju anda. Itu akan terlihat tidak menghargai.

Kami berharap punya waktu lebih untuk dapat bermain skate dibanyak tempat, namun kami harus meninggalkan banyak spot yang belum ditaklukan karena cuaca panas yang sangat ekstrim yang menghabiskan banyak tenaga kami.

Cek foto-foto dibawah dari Roberto Alegria.